Lidah Dimanja Bikin Kangen, Tembus 200 Porsi
Jumat, 30 Jun 2017 16:43
| editor : Suryo Eko Prasetyo
MENU KHAS: Ponisri menyajikan lontong kupang di warungnya, Jalan Raya Sukodono, Sidoarjo.
(Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)
JawaPos.com
– Warung di Jalan Raya Sukodono yang buka sejak 15 tahun lalu itu
bernama warung Lontong Kupang Bakso Jumbo. Eit, jangan salah sangka,
cuma penulisannya yang disatukan. Penyajiannya tetap terpisah
menggunakan piring dan mangkuk yang berbeda.
’’Ya, ada saja yang pesan sekaligus
dua-duanya. Jadi, makan bakso sama kupang,’’ ujar Ponisri, pemilik
warung itu, Senin (26/6). Dia menjalankan usaha itu bersama suaminya,
Rohani, yang kebagian jatah mengurusi es degan.Tidak sulit menemukan warung tersebut. Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari Masjid Raya Dungus, Sukodono. Warung itu tampak sederhana, namun pelanggan tidak berhenti berdatangan. ’’Monggo, lontong kupang ta?’’ kata Ponisri menyambut calon pembelinya dengan ramah.
Awalnya, warung beratap terpal itu berukuran kecil. Seiring dengan semakin banyaknya pelanggan yang ketagihan, Ponisri dan suaminya memindahkan lokasi warung tersebut dan memperbesarnya. ’’Dulu pernah di gubuk. Terus pindah ke halaman rumah. Akhirnya, bisa pakai tempat ini,’’ jelas Rohani.
Saat ditanya rata-rata porsi lontong kupang yang disajikan setiap hari, Rohani tidak bisa menyebut angka pasti. Yang jelas, jumlahnya lebih dari 100 porsi. ’’Kadang pas laris banget, ya bisa sampai 200 porsi,’’ ucap Rohani.
YUMMY: Lontong kupang racikan Ponisri di warung Sukodono, Sidoarjo.
(Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)
Beberapa
orang memang pelanggan tetap. Mereka sudah sangat sering menikmati menu
khas Sidoarjo itu di warung Rohani. Tidak jarang rombongan keluarga
datang dari luar kota. Terutama saat berlebaran di Sidoarjo. Misalnya,
keluarga Malik Hasan Purwanto. Dia sengaja membawa dua putrinya dari
Pandaan. ’’Anak-anak doyannya (makan kupang lontong, Red) di sini,’’
ujar Malik.Lontong kupang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kuliner di Kota Delta. Tersedia banyak tempat makan lontong kupang yang terkenal. Misalnya, warung lontong kupang Pak Yanto dan deretan penjaja lontong kupang di Jalan Raya Tebel. Di sana ada 17 pedagang yang berdampingan menjual lontong kupang lengkap dengan sate kerang. Tinggal pilih. (via/c20/pri)
Sumber : Jawa Pos : http://www.jawapos.com/read/2017/06/30/141157/lidah-dimanja-bikin-kangen-tembus-200-porsi


